Skip to main content

Cerita : Engkau Temanku di Malam hari

Dipandanginya secangkir kopi yang mulai dingin di hisap embusan angin.

Hampir saja lelaki itu seharian bermalas-malasan, kalau saja dia tidak membereskan buku-buku yang berserakan di raknya.

Kini malam sudah larut diaduk jarum jam. Kantuk belum juga mengajaknya berdialog. Jangankan berdialog menyapanya pun tidak.

Atau barang kali lelaki itu telah mengusir kantuk sejak jauh jauh hari.
Sepertinya kantuk itu pernah tersinggung di suatu waktu sampai sampai ia enggan menyapa.

Tapi sudah lah lelaki itu kini bertemu teman baru.

Sebuah novel surealis dengan alur mundur yang membingungkan.
Kendati novel itu rumit, lelaki itu tak menyerah menggelutinya.
Meniliknya dengan selidik.

Lembar demi lebar diperkosanya. tiapkatanya disingkapkan sampai tak ada lagi hijab.
Tak jarang juga ia menyelimuti katanya agar tak lekas pergi dari ingatannya.

Kerumitan novel itu dianggapnya sebagai manifestasi kecerdasan penulisnya. Memutar alur cerita, menyembunyikan gagasan, membuatnya kompleks seperti wajah perpolitikan kita saat ini.

Di sela-sela pembicaraannya dengan teman baru itu.
Lelaki itu merindukan senyuman si kantuk. Seusai menelanjangi novel biasanya ia menanti si kantuk pulang.
Berharap si kantuk malam ini mau berbaikan dengannya.
Dan esok hari si kantuk akan datang lebih awal dengan suasana ke intiman.


-sm.adam

Comments

Popular posts from this blog

Ceramah : Kebersihan Sebagian Dari Iman

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛ Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Ilaahi Robbi yang telah memberikan kita beribu-ribu kenikmatan, baik Nikmat Iman dan Islam ataupun Nikmat Sehat Wal'afiat, sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul tanpa satu halangan apapun dan tidak kurang satupun untuk hadir di acara yang Insya Alloh dimuliakan Oleh Allah SWT. Shalawat beserta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Kita Muhammad SAW. yang telah memb...

Keluh Kesah Belajar Jurnalisme Dakwah

Assalamu’alikum Wr. Wb. Hello guys, Perkenalkan nama saya M. Awaludin saya adalah mahasiswa semester 3 di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung prodi yang saya ambil disini ialah Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Disemester ini saya dihadapkan dengan mata kuliah Jurnalisme Dakwah dengan dosen pengampu yaitu Bpk. Dr. Uwes Fatoni, M. Ag. Ngomong-ngomong apa sih itu Jurnalisme Dakwah? Mungkin sebagian orang yang berkecimpung di Dunia Pers berpikir apa sih itu Jurnalisme Dakwah? Memangnya ada Jurnalisme dengan kata Dakwahnya? Mata kuliah baru itu ya? Karena dalam bayangan mereka Jurnalisme yang dibumbuhi dengan dakwah itu terasa asing di telinga mereka, Jurnalisme Dakwah sendiri menurut pandangan saya tidak jauh berbeda dengan pengertian jurnalisme yang berarti sebuah catatan harian mengenai sebuh kejadian tetapi dalam hal ini dalam catatan tersebut mengandung pesan dakwah atau seruan kepada jalan Allah SWT. Oleh karena itu Jurnalisme yang d...

Puisi : Untukmu Pujaanku

"Kau hendak kemana?" tanyamu saat itu. Saat rintik hujan membasahi bumi alam. Satu jam lebih aku dengan nya berdiri diemper toko yang setengah terbuka. Mematung memandang satu sama lain. Jauh sebelum pertanyaan itu meluncur dari mulutnya. Kubiarkan pertanyaan itu menggantung. Tak ku jawab walau hanya dengan bahasa isyarat. Dan memang tak ada pula yang mengharuskan aku menjawabnya. Segera ku tembus rimbunya butir hujan yang jatuh di sore itu.  Kutinggalkan dia dalam diam, dalam pikiran dan pertanyaan yang menggantung atas sikap ku. Aku bukan tega, hanya memberinya ruang untuk bercengkrama dengan pikiranya. Aku rasa itu yang di butuhkannya saat hujan disore itu. -sm.adam