Pemikiran rasional mendominasi kepalanya semuanya haruslah realistis. Lelaki itu kini tak pernah lagi bermain dengan imajinya. Imaji itu seolah di tepisnya jauh-jauh menghilang ditangkai tangkai pemikirannya. Tak ada lagi pikiran nakal yang keratif. Pola pikirnya yang terlalu rasional dan ralistis itu telah mengurungnya dalam sangkar. Lelaki itu tak punya cukup keberanian untuk meloloskan diri. Kalau lah selangkah saja ia keluar dari sangkar yang seolah berbalut emas itu. Pemikiran rasionalnya akan segera menawarkan berjuta ancaman kegagalan hidup. Entah esok atau lusa mungin akan didapatinya nisan yang bertuliskan "IMAJI KU". -sm.adam