"Kau hendak kemana?" tanyamu saat itu.
Saat rintik hujan membasahi bumi alam.
Satu jam lebih aku dengan nya berdiri diemper toko yang setengah terbuka. Mematung memandang satu sama lain. Jauh sebelum pertanyaan itu meluncur dari mulutnya.
Kubiarkan pertanyaan itu menggantung. Tak ku jawab walau hanya dengan bahasa isyarat.
Dan memang tak ada pula yang mengharuskan aku menjawabnya.
Segera ku tembus rimbunya butir hujan yang jatuh di sore itu.
Kutinggalkan dia dalam diam,
dalam pikiran dan pertanyaan yang menggantung atas sikap ku.
Aku bukan tega, hanya memberinya ruang untuk bercengkrama dengan pikiranya.
Aku rasa itu yang di butuhkannya saat hujan disore itu.
-sm.adam
Saat rintik hujan membasahi bumi alam.
Satu jam lebih aku dengan nya berdiri diemper toko yang setengah terbuka. Mematung memandang satu sama lain. Jauh sebelum pertanyaan itu meluncur dari mulutnya.
Kubiarkan pertanyaan itu menggantung. Tak ku jawab walau hanya dengan bahasa isyarat.
Dan memang tak ada pula yang mengharuskan aku menjawabnya.
Segera ku tembus rimbunya butir hujan yang jatuh di sore itu.
Kutinggalkan dia dalam diam,
dalam pikiran dan pertanyaan yang menggantung atas sikap ku.
Aku bukan tega, hanya memberinya ruang untuk bercengkrama dengan pikiranya.
Aku rasa itu yang di butuhkannya saat hujan disore itu.
-sm.adam
Comments
Post a Comment