Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2018

Cerita : Engkau Temanku di Malam hari

Dipandanginya secangkir kopi yang mulai dingin di hisap embusan angin. Hampir saja lelaki itu seharian bermalas-malasan, kalau saja dia tidak membereskan buku-buku yang berserakan di raknya. Kini malam sudah larut diaduk jarum jam. Kantuk belum juga mengajaknya berdialog. Jangankan berdialog menyapanya pun tidak. Atau barang kali lelaki itu telah mengusir kantuk sejak jauh jauh hari. Sepertinya kantuk itu pernah tersinggung di suatu waktu sampai sampai ia enggan menyapa. Tapi sudah lah lelaki itu kini bertemu teman baru. Sebuah novel surealis dengan alur mundur yang membingungkan. Kendati novel itu rumit, lelaki itu tak menyerah menggelutinya. Meniliknya dengan selidik. Lembar demi lebar diperkosanya. tiapkatanya disingkapkan sampai tak ada lagi hijab. Tak jarang juga ia menyelimuti katanya agar tak lekas pergi dari ingatannya. Kerumitan novel itu dianggapnya sebagai manifestasi kecerdasan penulisnya. Memutar alur cerita, menyembunyikan gagasan, membuatnya kompleks se...

Puisi : Untukmu Pujaanku

"Kau hendak kemana?" tanyamu saat itu. Saat rintik hujan membasahi bumi alam. Satu jam lebih aku dengan nya berdiri diemper toko yang setengah terbuka. Mematung memandang satu sama lain. Jauh sebelum pertanyaan itu meluncur dari mulutnya. Kubiarkan pertanyaan itu menggantung. Tak ku jawab walau hanya dengan bahasa isyarat. Dan memang tak ada pula yang mengharuskan aku menjawabnya. Segera ku tembus rimbunya butir hujan yang jatuh di sore itu.  Kutinggalkan dia dalam diam, dalam pikiran dan pertanyaan yang menggantung atas sikap ku. Aku bukan tega, hanya memberinya ruang untuk bercengkrama dengan pikiranya. Aku rasa itu yang di butuhkannya saat hujan disore itu. -sm.adam